Berasal dari kata Guyub, kata jamaknya Paguyuban komunitas yang disatukan secara tertutup/eksklusif karena pertalian sejarah/darah/kejadian.. untuk kami karena Perjuangan Orang Tua kami merebut Kemerdekaan.

Gemeinschaft atau Paguyuban walaupun merupakan perkumpulan tertutup karena tidak bisa menerima anggota tanpa runtutan sejarah yang sama, namun dapat memiliki visi dan misi yang lebih luas.. yang bisa dirasakan masyarakat. Disitulah MAS TRIP saat ini berperan. Program Beasiswa, Bhakti Sosial, Pembentukan Nation n Character Building adalah sebagian dari karya yang sudah kami mulai.

Salah satu ciri menonjol pada Paguyuban adalah kehangatan dan keakrabannnya. Anggotanya tumbuh bak keluarga besar yang saling bergotong royong, bahu membahu mengisi program dan kegiatan. Hal inilah yang juga dipelihara dan dijaga di Komunitas MAS TRIP.

Oleh karena itu dalam suasana serius seperti MUSDA II PD DKI Jakarta, Ketua Pimpinan Sidang Yudi Prasetyo Djojokusumo perlu mengajak peserta menggelorakan semangat dengan pekikan yel.. yel “Pancasila! Yes! NKRI! Yes! Yes! MAS TRIP Jaya! Yiha! Huha huha huha! Yes!” kemudian disusul tepuk tangan membahana.

Orang tua kami berjuang di Medan Laga saat masih duduk sebagai Pelajar SMP & SMA. Jiwa belia mereka membuat perjuangan diisi juga dengan keceriaan anak muda yang tidak mau terikat dengan protokoler. Namun, semangat membebaskan diri dari penjajah adalah sisi patriotisme yang sangat terhormat.

Kebersamaan, rasa setia kawan dan ketulusan perjuangan ini tercermin pada lagu Temanku Pahlawanku karya Alm. Soewandi anggota MAS TRIP yang gugur setelah menyelesaikan karya terakhirnya itu, yang selalu dinyanyikan oleh generasi penerus MAS TRIP dengan bait terakhir yang sarat makna PERJUANGAN KUTERUSKAN SAMPAI KE AKHIR ZAMAN. Tentang sang pencipta, Alm. Soewandi bersama dengan 6 orang anggota TRIP Jatim lainnya terluka dalam suatu pertempuran jarak dekat di daerah perbukitan Baksari (daerah Krian) pada tanggal 24 Februari 1946. Mereka di evakuasi ke RS Militer Gatul (Mojokerto). Karena parahnya luka-luka almarhum, Soewandi kemudian dipindahkan ke RS Militer Celaket (Malang), dimana dia meninggal pada tanggal 2 Maret 1946 dan dimakamkan di TMP Malang.

Pimpinan Sidang pada Musda II MAS TRIP terpilih Yudi P. Djojokusumo sebagai Ketua, Sarwono Wiyarso sebagai Wakil Ketua, dan Ade Soeharto sebagai Sekretaris berhasil mengantarkan Benito Lutfhie sebagai Ketua PD MAS TRIP DKI periode 2019-2023.

Acara ditutup dengan spontanitas nyanyi-nyanyi, tari dan keseruan tingkah anggota MAS TRIP yang semarak sedikit konyol tapi tetap bikin kangen buat kumpul-kumpul.

Source: Ibu Ira Sumarah Hartati Kusumastuti