Ratusan Pejuang Ikuti Upacara Bendera di Tugu Proklamasi

Mastrip.org > Artikel > Ratusan Pejuang Ikuti Upacara Bendera di Tugu Proklamasi

Ratusan Pejuang Ikuti Upacara Bendera di Tugu Proklamasi

Ratusan pejuang di tuprok

Oleh: Bayu Marhaenjati / CAH | Kamis, 17 Agustus 2017 | 11:01 WIB

Jakarta – Lanjut usia tak menyurutkan semangat ratusan pejuang atau veteran perang mengikuti upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, di Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pagi ini.

Brigadir Jenderal Polisi Purnawirawan Soetrisno Ilham menjadi inspektur upacara. Sementara, Raden Bagus Budi Prabowo bertindak sebagai komandan upacara.

Upacara yang digelar Penerus Keluarga Besar-Pelajar Pejoang Kemerdekaan (PKB-PPK) itu, berjalan dengan hikmat. Alunan musik dari Flauto de Act Ansamble dan Rumah Angklung pimpinan Cheppy Soemirat, mengiringi lagu-lagu kebangsaan yang dinyanyikan paduan suara Bina Vokalia.

Ketika mengheningkan cipta untuk mengenang jasa pahlawan dan pejuang bangsa, para veteran menundukan kepala sambil memanjatkan doa dengan khusyuk.

Di tengah upacara, suara rekaman Presiden Soekarno membacakan Teks Proklamasi pun menggema di Tugu Proklamasi.

Selanjutnya, puluhan Pasukan Pengibar Bendera yang beranggotakan cucu-cucu para pejuang, berbaris selaras membawa dan mengibarkan Bendera Merah Putih dengan baik.

Soetrisno mengatakan, para pejuang berperang membela tanah air dengan segenap tenaga dan tumpah darah tanpa pamrih. Mereka tidak mengharapkan apa-apa kecuali kemerdekaan Republik Indonesia.

“Saya itu dulu berjuang pada umur 16 tahun. Pada saat itu, kalau seorang pelajar tidak ikut berjuang rasanya malu. Jadi tidak ada pamrih apa-apa pada saat itu. Kita tidak pernah mengharapkan apa-apa kecuali membela negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Soetrisno usai upacara, di Tugu Proklamasi, Kamis (17/8).

Ia berharap, penerus bangsa dapat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena, para pejuang mengorbankan nyawa dan tenaga untuk menciptakan kemerdekaan dan mengusir penjajah.

“Saya umur hampir 88 tahun. Harapan saya mudah-mudahan anak cucu saya, generasi penerus kita, itu tetap membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jangan sampai pecah dan harus makin baik,” ungkapnya.

Para pemuda dan pemudi Indonesia, tambahnya, harus semangat berjuang memajukan negara dan turut andil dalam membantu pemerintah dalam membangun bangsa.

“Sehingga, pemerintah bisa dengan lebih mudah melaksanakan program-programnya,” katanya.

Kegiatan upacara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada beberapa veteran perang dan ramah tamah.

Kelompok musik RAN yang personelnya merupakan cucu para pejuang, turut hadir membawakan sejumlah lagu andalannya.

Sumber: BeritaSatu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>