PERJUANGAN para pelajar dalam arena pertempuran menjadi episode yang sayang dilewatkan. Dalam ratusan kisah perjuangan mempertahankan kemerdekaan, peran mereka tak bisa dianggap remeh, meski usia masih sangat belia. Berada digaris depan dalam mempertahankan kemerdekaan, bertaruh nyawa dalam bangga bahkan berhadapan dengan saudara sebangsa.

Ikatan Pelajar Indonesia pada awal kemerdekaan menjadi cikal bakal lahirnya kesatuan pasukan yang terdiri atas para pelajar. Kesatuan tentara pelajar ini juga ada di beberapa wilayah. Di Jawa Tengah dikenal dengan Tentara Pelajar dan di Jawa Timur disebut Tentara Pelajar Republik Indonesia, kerap disapa TRIP atau Mas TRIP.

TRIP diresmikan pada Januari 1946 dan terbagi dalam beberapa satuan. Pemerintahan Republik Indonesia di bawah Presiden Soekarno waktu itu tak memerintahkan para pelajar ikut serta dalam revolusi fisik. Kesadaran yang mendorong mereka untuk mengambil bagian dalam menegakkan panji merah putih dan mempertahankan kemerdekaan.

Di tengah-tengah aktivitasnya sebagai pelajar, sesekali secara bergilir mereka melakukan serbuan ke wilayah pertahanan musuh. Dalam berbagai pertempuran yang tercatat dalam sejarah, mungkin cerita perjuangan TRIP di Madiun memiliki kisah sedikit berbeda.

Mereka tak hanya menghadang gerak Belanda, namun juga melawan saudara sebangsa. Lawan mereka di Madiun kali ini pasukan Pesindo, salah satu sayap pendukung Partai Komunis Indonesia di bawah Muso.

Lewat propagandanya, Muso berniat mendirikan negara tandingan di Madiun. Langkah makarnya ini jelas mengancam kedaulatan Republik yang juga tengah melawan Agresi Belanda pada 1948.

TRIP sebagai salah satu garda Republik tentu tak tinggal diam. Pertempuran pun pecah, dan pelajar Moeljadi gugur dihantam tembakan pasukan Pesindo. Muso sendiri tewas dalam operasi yang dilakukan pasukan Siliwangi dalam meredam pemberontakan PKI Madiun.

Yudha (24 tahun), pemerhati sejarah di Madiun mengatakan, dulunya Madiun sempat dikenal sebagai kota pelajar. Hal ini dikarenakan banyaknya pelajar yang ikut ambil bagian dalam mempertahankan kemerdekaan.

Mobilisasi Pelajar Madiun

Selain TRIP, menurut Yudha di Madiun juga dikenal Tentara Genie Pelajar yang terdiri dari Pelajar Teknik dengan tugas melakukan sabotase, perakitan bom, dan peledakkan. Selain itu masih ada Mobpel atau Mobilisasi Pelajar.

Untuk mengenang jasa para pejuang pelajar ini, di Madiun berdiri beberapa monumen dan nama kesatuan mereka juga abadi dalam plakat jalan. Ada dua tempat yang mengenang peran besar TRIP di Madiun, yaitu di area SMPN 2 Madiun dan monumen yang berdiri di Jalan TRIP. Kisah pejuang pelajar ini amat sayang bila sekadar dikenang tanpa diresapi.

Tiap zaman tentu menghadirkan tantangan berbeda. Bila TRIP berjuang dengan sangkur dan pena pada masanya, kini tibalah kita sebagai pelajar meneruskan perjuangan mereka yang telah menjadi bunga bangsa. Mengharumkan nama negara dengan prestasi yang mendunia.  Semoga semangat pejuang pelajar juga menular pada pelajar Indonesia di masa sekarang.

 Oleh : Rintahani Johan Pradana
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang
facebook.com/joe pradana

Source