©Youtube Pemkot Malang

Malang, MC – Bersepakat menjaga keutuhan NKRI, ratusan TNI-Polri, warga, pelajar, dan komunitas lintas sektor mengikuti kirab bertajuk Silaturahmi Kebangsaan pada Minggu (03/11/2019) petang. Kegiatan yang dimotori Korem 083/ Baladhika Jaya yang sekaligus menyambut hari pahlawan diawali dengan tabur bunga bersama di makam pahlawan TRIP.

Acara kemudian dilanjutkan prosesi penyerahan merah putih dari Danrem kepada wali kota, tokoh agama, dan pemuda, yang kemudian dilanjutkan kirab sepanjang empat kilometer. Dalam iring-iringan kendaraan tersebut, juga dibentangkan merah putih berukuran enam kali 80 meter menuju Lapangan Rampal setempat.

Dari gelaran ini, Danrem 083/ Baladhika Jaya, Kol. Inf. Zainuddin berharap agar semua elemen masyarakat, khususnya kaum muda dapat meneladani nilai-nilai perjuangan pahlawan kemerdekaan, terutama dari Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). “Mereka berjuang mempertaruhkan jiwa raga dan tanpa pamrih demi sebuah kata merdeka,” ujarnya.

Danrem juga mengingatkan, bahwa ancaman atau terjadinya perang di era yang serba modern ini lebih berbahaya. Seperti melalui teknologi informasi yang dapat melunturkan rasa nasionalisme dan patrioteisme, hingga ancaman radikalisme. “Jika hal itu dibiarkan dan tidak ada filter yang kuat, maka dapat mengancam keutuhan NKRI,” imbuh Danrem Zainuddin.

Dengan bersatunya ulama, umara, dan masyarakat dalam event seperti ini, terang dia, maka ke depan diharapkan dapat menangkal semua ancaman dan gangguan yang dapat merongrong persatuan.

“Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, maka sebesar apapun rongrongan dari luar yang mengancam keutuhan NKRI pasti dapat dicegah dan ditanggal dengan baik,” tegas Zainuddin.

Hal senada juga disampaikan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji yang mengatakan bahwa kaum muda harus menjadi yang terdepan dalam menjaga kebhinekaan dan sejengkal keutuhan NKRI.

Lebih jauh pria berkacamata itu mengatakan, bahwa pikiran boleh mengikuti kemajuan budaya, dan bahkan dari luar sekalipun. Namun harus tetap bangga menjadi warga negara Indonesia, dan ini harus dikedepankan. “Dalam membangun dan pembentukan karakter, kita juga harus membaca sejarah dan keteladanan para pejuang kemerdekaan bangsa ini,” pungkas Sutiaji.

Source: Media Center Malang Kota