SINDONEWS MALANG РSudah 72 tahun berlalu. Namun, kisah heroik pertempuran para pelajar melawan Belanda, masih begitu membekas di benak setiap insan yang ada di bumi Arema.

Para prajurit Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) dengan gagah berani mempertahankan kemerdekaan, meskipun harus meregang nyawa menghadapi pasukan Belanda.

Setiap tahunnya, keluarga besar TRIP di Jatim, selalu memperingati pertempuran hebat pasukan TRIP di Kota Malang, yang terjadi pada masa agresi militer Belanda.

Salah satu bentuk penghormatan terhadap para jasa pahlawan ini, selalu digelar upacara dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) TRIP, yang berada di ujung Jalan Pahlawan TRIP, Kota Malang.

Pada makam tersebut, telah bersemayam jasad para pahlawan yang dimakamkan dalam satu liang lahat, karena banyaknya korban jiwa akibat pertempuran hebat tersebut.

Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama dengan Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, dan Dandim 0833, Letkol Inf. Tommy Anderson, serta paguyuban TRIP menghadiri peringatan 72 tahun pertempuran TRIP mempertahankan kemerdekaan Indonesia, di TMP TRIP.

Peringatan ini diawali dengan upacara peringatan para pahlawan pelajar, yang gugur dalam perang kemerdekaan 72 tahun silam. Acara, dilanjut dengan tabur bunga yang dipimpin langsung Wali Kota Malang, Sutiaji.

“Prosesi tabur bunga di TMP TRIP ini, akan dijadikan sebagai agenda rutin tahunan. Tolong dicatat, agenda peringatan upacara dan tabur bunga di TMP TRIP ini akan menjadi agenda rutin dan diperingati setiap tanggal 31 Juli,” ujar Sutiaji.

Ia menjelaskan, pada setiap momen hari pahlawan termasuk juga momen peringatan hari kemerdekaan, para Pahlawan TRIP ini tidak pernah dilupakan. Artinya, jasa para pahlawan ini cukup besar dalam perang kemerdekaan.

“Setiap hari pahlawan atau hari kemerdekaan tidak lupa kami selalu tabur bunga di TMP TRIP ini. Karena ini bentuk komitmen Pemkot Malang, dalam menghormati jasa para pahlawan,” tandasnya.

Sutiaji menambahkan, jika bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Karena itu, selain rutin menjadikan tanggal 31 Juli sebagai hari peringatan Pahlawan TRIP, Pemkot Malang juga akan membantu menggaungkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan yang gugur, dan dimakamkan di lokasi tersebut.

“Di Kota Malang inilah, nilai patriotisme berkobar untuk berjuang membela Bangsa Indonesia, mengusir segala bentuk penjajahan yang menyengsarakan rakyat,” pungkasnya.

Original Source: Sindo News oleh Yuswantoro