TIMESINDONESIA, MALANG – Wali Kota Malang, Sutiaji meyakinkan publik bahwa Kota Malang adalah Kota Pendidikan. Monumen makam pahlawan TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) di Malang adalah bukti sejarah para pelajar di Bumi Arema mengusir penjajah. Pernyataan tersebut disampaikan Sutiaji saat menghadiri acara Peringatan 72 Tahun Pertempuran MAS TRIP pada 31 Juli 1947 di Jalan Salak Malang yang sekarang menjadi Jalan Pahlawan TRIP.

“Mari bersama-sama kita ingat jasa para pahlawan kita. Orang hebat adalah orang yang mengingat dan menghargai jasa orang lain. Dari Malang kita menyadarkan Indonesia,” kata Sutiaji dalam sambutannya, Rabu (31/7/2019).

Bekerjasama dengan para tokoh saksi sejarah yang masih hidup dan Paguyuban MAS TRIP Jawa Timur, Ia berharap bisa berkolaborasi menyadarkan publik tentang kisah-kisah heroik para pelajar di Malang mengusir penjajah.

“(Monumen) ini menunjukkan bahwa Malang adalah Kota Pendidikan dengan adanya monumen makam pahlawan TRIP ini. Sekitar 72 tahun yang lalu, ada perjuangan para pelajar di Malang yang giat berjuang mengusir penjajah,” bebernya.

Selain Wali Kota Malang Sutiaji, hadir pula Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson, Ketua Kosgoro Malang Choirul Anwar, beberapa ormas dan resimen mahasiswa.

Sekretaris Umum Paguyuban MAS TRIP Jawa Timur, Hudi Purnomo mengajak keluarga besar MAS TRIP untuk terus menggalang silaturrahim dengan baik dan intens. Ia juga berharap teras Kota Malang dan beberapa instansi terkait untuk secara rutin menggelar giat iling kepahlawanan.

“Makam pahlawan ini milik bersama. Monumen ini milik bangsa Indonesia, bukan hanya Malang. Karena monumen makam pahlawan pelajar ini adalah satu-satunya di Indonesia,” pungkasnya.

Sutiaji merespon positif dengan berkomitmen setiap momen dan peringatan hari-hari besar untuk tabur bunga di makam pahlawan TRIP ini.

“Tidak hanya 17 Agustus, setiap momen kepahlawanan kami upayakan tabur bunga disini. Ini adalah komitmen kami dan akan menjadi agenda rutin,” tegasnya.

Dalam Peringatan 72 Tahun Pertempuran MAS TRIP ini, Sutiaji menegaskan bahwa monumen ini hadir sebagai bukti bahwa Malang adalah Kota Pahlawan Pelajar. “Pelajar yang berjuang dan militan mengusir penjajah,” tambahnya.(*)

Original source : Times Indonesia Malang