Tercabik-cabiknya republik sangat merisaukan para pejuang kemerdekaan, terutama di kalangan Pemuda Pelajar Pejuang Kemerdekaan, yang telah mengorbankan segala-galanya bagi persatuan, kesatuan dan kemerdekaan. Salah satu kesatuan resmi TNI Brigade XVII, Detasemen I adalah TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) yang dibentuk era pasca perang kemerdekaan Republik Indonesia setelah agresi Belanda tahun 1947.

Pasukan ini bermarkas di wilayah Jawa Timur yang dominan diisi para pelajar dan dipimpin pelajar belasan tahun dengan tujuan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan RI 1945. Pasukan TRIP dilantik  22 September 1945 di Sekolah Darmo 49, Surabaya. TNI Brigade 17 Detasemen I -TRIP Jawa Timur dikomandoi oleh Mas Isman.

Menurut Ketua Umum Mas TRIP Destry Damayanti, dalam perjalanan sejarah TRIP adalah embrio lahirnya TNI, dimulai dari Badan Keamanan Rakyat, kemudian menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), sampai kemudian menjadi TRI Pelajar hingga menjadi TNI Brigade 17 Detasemen I – TRIP dengan jumlah pasukan 1200 orang. “Julukan pasukan “Mas” dari masyarakat lantaran pelajar dari sekolah elit era Jepang dan Belanda, dan panggilan “Mas” tetap melekat hingga hari ini,” ungkap Destry di Wisma Mas Isman, Jl. Cik Ditiro, Jakarta, pada Minggu (6/12).

Akhir 1970an mantan anggota Mas TRIP sering kumpul silaturrahmi dengan memberikan kepedulian kepada masyarakat Jatim dengan membangun monumen, sekolah, klinik, sampai balai desa. Maka pada 1994 sepakat membentuk Paguyuban MAS TRIP Jawa Timur, berdasarkan akte Notaries Darma Sanjata Sudagung, SH, di Jalan Arjuno No. 26 Malang 65119 tertanggal 22 Agustus 1994.

“Hasil Mubes VI Paguyuban MAS TRIP, 8 Nopember 2015 terpilih  saya sebagai Ketum mengganti Sdr. Hunter Prianggodo. Seiring dengan itu, kita punya Tag Line pengurus baru 2015-2018, “Peduli dan Bekarya Secara Profesional dan Transparan.”
Semua ini harapan masyarakat. Sesuai nilai nilai dan semangat mempertahankan kemerdekaan, pengurus akan melanjutkan perjuangan meningkatkan taraf kehidupan keluarga besar MAS TRIP khususnya dan masyarakat luas umumnya.” jelasnya.

Destry mengatakan, ditengah persipan pengurus baru, pihaknya berpedoman pada tema ‘Kita bisa peduli, Kita bisa bekarya’ merupakan pilihan tema pengurus baru. “Saat ini sedang di persiapkan kepengurusan dari Generasi ke II ke Generasi III MAS TRIP. Keguyuban dan kekekuargaan akan tetap menjadi ciri khas kegiatan Paguyuban Mas Trip Jawa Timur, yaitu “Perjuangan akan kami teruskan hingga akhir zaman”, jelasnya.

Sementara itu, Hayono Isman dalam sambutannya mengatakan, dengan kepengurusan yang sudah terbentuk di 15 DPD seluruh Indonesia. Etika dan moral di atas hukum, hal itu terlihat indahnya keguyuban yang ada di Paguyuban MAS TRIP dan menjadi modal untuk terus melanjutkan nilai-nilai perjuangan.

Menurut Hayono, menghadapi situasi saat ini, pihaknya telah menyiapkan dua hal yang akan menjadi perhatian pengurus Mas Trip yaitu, Revolusi mental melalui pendidikan dan kekuatan ekonomi untuk kesejahteraan. Kosgoro adalah tempat berkiprah anggota TRIP di bidang ekonomi. Kosgoro mendapat tanah dari Presiden Soekarno demi memberikan kesejahteraan anggota.

“Kosgoro tidak anti modal asing, tapi kita yang mengatur management. Kosgoro membuka modal asing dengan kepemilikan 90 persen Wisma Kosgoro dan dengan perjanjian 30 tahun kemudian bisa dibeli oleh swasta nasional. Tridarma Kosgoro lahir, Pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas. Ini semua dimulai dari anggota eks TRIP,” tandasnya. (hans/hlp)

Source