Klojen, MC – Di monumen pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelarar (TRIP) yang ada di Jalan Pahlawan TRIP Kota Malang, 35 TRIP yang gugur melawan Belanda dimakamkan dalam satu liang lahat, seperti halnya Susanto, Budojo, Budiono, Darmojo, Djaenudin, dan Harsunu.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji bersama Kapolres Malang Kota, Dandim, dan keluarga pejuang TRIP melakukan tabur bunga di monumen pahlawan TRIP

Bersama pelajar lain, mereka gugur di sepanjang Jalan Salak yang sekarang diberi nama Jalan Pahlawan TRIP, saat terjadi pertempuran melawan  Belanda pada 31 Juli 1947 lalu.

Untuk mengenang jasa para pahlawan itu dan membangkitkan rasa patriotisme, khususnya di kalangan generasi muda, Selasa (31/07/2019), paguyuban mastrip menggelar tabur bunga di monumen tersebut. Hal ini sekaligus untuk mengenang 72 tahun gugurnya para pahlawan TRIP dalam mengusir penjajah dan merebut kemerdekaan.

Beberapa hal itu yang disampaikan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji usai mengikuti acara tabur bunga. Hadir juga dalam acara ini para mantan penjuang TRIP, Dandim 0833 Kota Malang, Lektkol Inf. Tommy Anderson dan Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri. Tak ketinggalan, putra-putri pejuang TRIP yang tergabung dalam paguyupan para pahlawan  TRIP datang dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti acara tabur bunga ini.

“Ini menunjukkan bahwa Malang benar-benar kota pelajar dan pelajarnya memang patriotismenya tinggi. Ini yang perlu kita kenalkan, yaitu nilai-nilai juangnya yang harus kita kuatkan. Caranya bagaimana? nanti selain kita kuatkan melalui sosial media, kita akan masukkan dalam city branding Pemkot Malang,” imbuh Sutiaji.

Ketua pelaksana peringatan ke-72 pejuang TRIP, Retno Warnan  mengatakan, bahwa upacara tabur bunga di makan pejuang TRIP ini salah satu wujud untuk menghormati jasa dan perjuangan para Tentara Nasional Indonesia pelajar.

“Mereka berjuang dan rela mempertaruhkan nyawa demi mengusir penjajah dari bumi pertiwi, serta meraih kemerdekaan yang hakiki bagi bangsa ini, sehingga harus dikenang dan dihormati,” imbuhnya.

Melalui gelaran ini, lanjut Retno, diharapkan para generasi muda penerus bangsa dapat mengetahui, mengenang dan melanjutkan apa yang dicita-citakan para pejuang kemerdekaan.

“Sehingga di tengah kemajuan zaman seperti saat ini, kaum muda tetap memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi. Karena pada dasarnya bangsa yang besar adalah bansa yang selalu menghormati jasa para pahlawannya,” pungkas perempuan berhijab ini.

Source : Media Center Malang Kota

Penulis : Achmad Syaiful Afandi / Editor : Ramli Prayoga