28 November 1945, lini pertempuran bergeser ke selatan, serangan Inggris dengan kekuatan amat dahsyat dari darat, laut dan udara menggerakkan seluruh Divisi India ke 5 “Ball Of Fire”, pertempuran pertempuran terjadi di Kedungdoro, Keputran dan Pandegiling.

Siangnya, tank Sherman Inggris melakukan serangan ke arah Gunungsari dan Waru, Pejuang Surabaya berhadapan dengan tank tank tersebut, bekas bekas roda gigi tank Sherman menggores dalam ke aspal aspal di daerah serangan, sebuah meriam berserta seorang awaknya hangus terbakar.

Meriam meriam penangkis serangan udara pak Gumbreg dan pak Minggu telah menjatuhkan Tunderbolt-Tunderbolt Inggris.

Linie Gunungsari, garis pertahanan terakhir dalam mempertahankan kota Surabaya dari serangan tentara Inggris dipertahankan mati matian, TKR-Pelajar (TRIP) bertempur dengan gagah berani diarea Lapangan Golf Gunungsari, tembakan meriam Sherman tepat mengenai lubang perlindungan mereka sehingga tercatat lima TKR-Pelajar (TRIP) gugur, kerangka dan persenjataan mereka baru ditemukan pada tahun 1980an. Update terakhir masih ada 10 personil TKR-Pelajar (TRIP) yang hilang di Linie Gunungsari, jasadnya tidak pernah ditemukan.

30 November 1945, pertempuran terakhir terjadi di Gunung Sari dan Jembatan Wonokromo, semuanya dibumi hanguskan termasuk mobil dan truk yang tidak sempat dibawa mundur, serangan infanteri yang di dukung oleh tank-tank dan kendaraan lapis baja serta kekuatan udara menimbulkan korban yang tidak sedikit dari kedua belah pihak, awalnya jembatan dan dam Wonokromo akan diledakkan akan tetapi rencana itu gagal karena kecepatan serangan tentara Inggris.

Seluruh Markas dipindahkan ke luar Surabaya, antara lain:

– Markas Kepolisian dan Kantor Pemerintah Sipil dipindahkan ke Mojokerto

– Markas Pertahanan Surabaya ke Wringinanom

– Markas TKR-Pelajar ke Jeris Parengan

– Markas Polisi Istimewa Surabaya ke Karang pilang

– Markas Pasukan Perjuangan Polisi ke Sidoarjo

Setelah Gunungsari dan Wonokromo dapat dikuasai oleh tentara Inggris melalui perlawanan yang sengit, berarti seluruh kota Surabaya telah diduduki musuh, maka berakhirlah 20 hari Pertempuran Surabaya.

Serangan Inggris selanjutnya ditujukan ke arah kedudukan pasukan kita yang berada di luar kota Surabaya.

Pertempuran pasca Perang Surabaya tidak lagi dinamakan Pertempuran Surabaya dikarenakan semuanya terjadi diluar Kota Surabaya, tentara Inggris menyebutnya “Surabaya-Front” atau tentara Belanda mengenalnya dengan sebutan “Surabaya – Sector”.🇲🇨💪🏼

Ditulis ulang oleh Heru Gunarso

Photo Source : Imperial War Museum (IWM)