Kompatriot Komandan Detasemen 1948-1949

Dimasa revolusi fisik nama Mas Isman dan Achmadi merupakan garansi bagi tegaknya perjuangan anak anak muda yang tergabung dalam kesatuan pelajar pejuang. Di Surabaya embrio ini memakai nama BKR Pelajar kemudian TKR Pelajar lalu berubah menjadi TRIP. Sedangkan di Solo memakai nama Tentara Pelajar.

Mas Isman sejak September 1945 memimpin BKR Pelajar dari Staff I. Mas Isman kemudian menjadi Komandan Detasemen I TRIP Jawa Timur Brigade XVII. Sedangkan Achmadi pemuda kelahiran Ngrambe Ngawi 5 Juni 1927 merupakan Komandan Laskar Kere kemudian Komandan Tentara Pelajar Kompi 120 Batalyon 100. Kepercayaan petinggi TNI masa itu membuat beliau diangkat menjadi Komandan Komando Militer Kota Solo untuk menumpas tindakan oknum-oknum yang membuat kekacauan di Solo pada 27 Maret 1948. Keberhasilannya menjadi Komandan KMK akhirnya membuat beliau merangkap jabatan sebagai Komandan Detasemen II TP Solo Brigade XVII yang meliputi wilayah Semarang, Surakarta, Pati, Pekalongan dan Banyumas. Dengan adanya sistem Wehrkreise akhirnya beliaupun menjadi Komandan SWK 106 Arjuna. Sehingga tiga jabatan beliau emban dalam masa revolusi fisik 1947-1949.

Mas Isman berhasil melakukan berbagai serangan gerilya di wilayah Jawa Timur dan yang sangat melegenda dalam perjuangan TRIP pada masa Agresi Militer I yaitu Tragedi Jalan Salak dengan gugurnya 35 pejuang TRIP melawan Tank Belanda di jalan Salak Kota Malang dan yang kedua adalah masa Agresi Militer II dengan Pertempuran Meriam Banteng Blorok yang kisahnya menjadi inspirasi film PENJEBRANGAN, pertempuran nan heroik dari anak-anak TRIP dengan mendorong meriam naik turun gunung menyebrangi sungai untuk menghindari kejaran tentara Belanda.

Mayor Achmadi sukses dengan penggempuran Serangan Omoem Surakarta 7-10 Agustus 1949. Seluruh anggota Tentara Pelajar menggempur habis-habisan kedudukan Belanda di dalam kota Solo sebagai serangan perpisahan (Afscheids Aanval) karena tanggal 10 Agustus 1949 disepakati akhir dari masa pertempuran untuk segera dilaksanakan gencatan senjata antara Indonesia dan Belanda.

Sumber Referensi :
1. Monumen Mayor Achmadi.
2. Dibawah Sang Merah Putih Tentara Pelajar Klaten Mengabdi.