Dalam Perang 10 November 1945 yang kita kenang sebagai HARI PAHLAWAN ada baiknya kalau kita juga mengenang keberadaan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).

Hanya ada dua negara yang perjuangan kemerdekaan negaranya melibatkan pelajar. Yakni Indonesia dan Aljazair.

Dalam sejarah kemerdekaan, TRIP ini masuk dalam satuan Brigade XVII Detasemen I Jawa Timur. Anggotanya pelajar setingkat SMP dan SMA.

Penduduk Surabaya memanggil Anggota TRIP dengan MAS. Karena dipanggil Pak mereka masih muda, kalau tidak dipanggil MAS nyatanya mereka adalah tentara profesional.

Karena itu kini ada jalan bernama MASTRIP atau Jalan PAHLAWAN TRIP. Dan, akhir tahun 2020 ini Pemprov Jatim juga akan meresmikan Monumen TRIP.

Anggota TRIP ini awalnya di sekolah dikasih pelajaran berperang oleh tentara Jepang. Tujuannya agar membantu Jepang melawan tentara Sekutu.

Saat Nagasaki dan Hiroshima dijatuhi bom atom dan Jepang bertekuk lutut pada Sekutu, para pelajar ini menyerbu gudang senjata Jepang. Jadilah para pelajar ini tentara pejuang.

Komandan Brigade XVII Detasemen I TRIP/JAWA TIMUR adalah MAS ISMAN (ayah mantan Menpora Hayono Isman) yang tahun 2015 mendapat anugerah penghargaan sebagai Pahlawan Nasional.
Pada tanggal 10 November 1957 Mas Isman juga mendirikan Koperasi Gotong Royong (KOSGORO) yang bersama SOKSI dan MKGR menjadi organisasi Trikarya saat berdirinya Golongan Karya pada tanggal 20 Oktober 1964.

Golongan Karya yang semula orsospol di era reformasi berubah menjadi Partai Golongan Karya.
Jadi kalau ada yang menyebut KOSGORO adalah onderbouw Golkar adalah salah besar. Karena KOSGORO adalah salah satu dari 100 lebih ormas yang ada di era Presiden Soekarno yang mendirikan GOLKAR. Bukan Partai Golongan Karya yang ada sekarang.

Selamat memperingati HARI PAHLAWAN. Jangan sekali kali melupakan sejarah.