Monumen Mas TRIP di Probolinggo

Drs. Latief Anwar adalah Wali Kota Probolinggo, (sekarang sudah mantan) yang sekaligus pencetus idee pem­buatan monumen/prasasti Mas TRIP di Probolinggo. Monumen Mas TRIP ini dilihat dari segi fisik dan lokasinya tidak kalah dengan monumen-monu­men Mas TRIP yang lain.

Monumen/patung mas TRIP berupa patung & Prasasti Mas TRIP yang bernilai total Rp.20.000.000,- itu mem­punyai tinggi 5 meter termasuk lan­dasan bawah. Luas tanah yang digu­nakan t 3000 M2, dan dikitari oleh taman yang manis dan juga dipagari tembok batu merah. Adapun Patung ini berada di Jalan Mas TRIP sepan­jang 5 Km didesa Kanigaran Probo­linggo, telah diresmikan oleh Pang­lima Kodam Brawijaya Mayjen R. Hartono tanggal 22 September 1990 yang lalu. Pada peresmian tersebut, sekaligus diteruskan peresmian Jln. TGP.

Untuk diketahui Mas Drs. Latief Anwar ini (maaf Redaksi Panggil Mas) anal-nya dan aslinya dari Aceh (TRIP Aceh) oleh karena sudah me­nyatunya dengan mas TRIP Jatim, maka sejak jadi Sekwitda Sidoarjo (yaitu sebelum jadi Wali Kota Probo­linggo) sudah merasa satu dengan mas TRIP Bahkan kalau kita teliti sudah dua kali mengadakan kegiatan “Tete­nger” Mas TRIP, diantaranya peres­mian jalan Mas TRIP, termasuk rajin menghadiri Arisan TRIP.

Sambutan-sambutan
Drs. Latief Anwar selaku pencetus idee, juga sebagai ketua Panita yang juga selaku Wali kola, disamping mengutarakan.Jatar belakang Pembangunan monumen/patung Mas TRIP juga berkeinginan melengkapi serta memasyarakatkan adanya monumen-monumen perjuangan 45 disetiap ko-ta/daerah Jawa Timur. Selanjutnya Mas Latief Anwar mengatakan, se-muanya ini agar dimengerti dan diha-yati maknanya oleh generasi penerus bangsa. Akhirnya nanti, dapat dira-sakan oleh kita semua, yaitu untuk apa dan untuk siapa Kemerdekaan yang telah direbut dan dipertahankan oleh para pejuang 45 tersebut. Pang.Dam Brawijaya MayJen R. Har-tono dalam kata sambutannya yang ditujukan pada gcnerasi muda yang banyak hadir pada upacara tersebut menyatakan bahwa kita semuanya ha-rus mengakui, perjuangan merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklama-sikan pada tanggal 17 Agustus 1945, adalah tingkat perjuangan yang paling tinggi. Karena perjuangan kemerde-kaan negara dan bangsa Indonesia, hanya terjadi satu kali saja. Dan itu-pun menurut Panglima, hanya dapat dilakukan oleh semangat persatuan, keberanian serta semangat mengor-bankan jiwa dan raganya. Dan itu semua dilaksanakan dan dilakukan oleh orang-orang tua kita. Antara lain oleh Para Pelajar yang waktu itu masih muda belia. Yaitu yang akhirnya terkenal dengan nama TRIP Jawa Timur. Yang diantara wujud dan sikap-nya digambarkan pada patung sebagai monumen yang kita resmikan sekarang ini. Demikian May.Jen. R. Hartono.

Yang selanjutnya beliau menyatakan, untuk itulah kita wajib menjunjung tinggi dan menghargai.hasil-hasil perjuangan mereka dengan mengisi kemerdekaan ini, sesuai dengan yang dicita-citakan para pahlawan kita.
Sebelum Panglima, mas Hartawan juga menyambut pada acara upacara tersebut. Mas Hartawan selaku Koor-dinator TRIP Jawa Timur sebagaimana biasa menyampaikan informsai dan menjelaskan tentang keikut sertaannya para pemuda dan pelajar didalam perjuangan bersenjata pada revolusi fisik merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan.